Skip to content
Home » 10 Jenis Kanker yang Paling Banyak Terjadi di Indonesia

10 Jenis Kanker yang Paling Banyak Terjadi di Indonesia

Jenis Kanker

Jenis Kanker merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di Indonesia. Yayasan Kanker Indonesia mendapati bahwa kondisi lingkungan dan gaya hidup di negeri ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat kanker menjadi penyakit terbesar di Indonesia. 

Merokok, mengonsumsi terlalu banyak daging olahan, dan jarang berolahraga merupakan beberapa gaya hidup yang terus menghasilkan bahan karsinogen sehingga membuat masyarakat Indonesia rentan mengalami kanker. 

Riset yang dilakukan oleh Global Burden of Cancer Study dari World Health Organization (WHO) mencatat bahwa terdapat 396.914 jumlah kasus kanker di Indonesia pada tahun 2020 dengan total kematian mencapai 234.511 kasus. 

Banyaknya kasus kanker yang ada di Indonesia, menempatkan negara kita pada urutan ke 8 dengan kejadian penyakit kanker terbanyak di Asia Tenggara.

Kedua data tersebut menunjukkan bagaimana kanker merupakan penyakit yang merajalela di Indonesia dan patut untuk dihindari. 

Sebelum memahami cara mencegahnya, simak selanjutnya untuk mengetahui jenis-jenis kanker yang sering terjadi di Indonesia serta gejalanya. 

Jenis-Jenis Kanker dan Gejalanya 

Jenis-Jenis Kanker

Studi yang dilakukan oleh Globocan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis kanker yang sering terjadi di Indonesia.

Jenis-jenis ini tidak menimpa orang-orang tentu melainkan dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang gender dan umur. Berikut daftarnya: 

1. Kanker Payudara

Berdasarkan data WHO terdapat 65.858 kasus Kanker Payudara di Indonesia pada tahun 2020. 

Penyakit ini terjadi ketika sel-sel jaringan payudara tumbuh tidak terkendali sampai mengganggu jaringan yang sehat. Kanker Payudara dapat berbentuk seperti kelenjar atau seperti jaringan lemak. 

Meskipun Kanker Payudara diketahui lebih sering terjadi pada wanita, bukan berarti pria tidak dapat mengalaminya. Beberapa penyebab yang membuat Kanker Payudara bisa dialami oleh siapapun adalah obesitas, menstruasi dini, dan kebiasaan merokok. 

Hingga saat ini, sulit untuk menentukan secara pasti apa saja gejala Kanker Payudara. Pada tahap awal, Kanker Payudara sulit terdeteksi karena ukuran benjolan yang masih kecil. Selain itu, tidak semua benjolan merupakan kanker. 

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan agar dapat memastikan benjolan yang ada di payudara merupakan kanker atau bukan. Beberapa pengobatan untuk Kanker Payudara meliputi terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, dan bedah. 

2. Kanker Serviks 

Serviks merupakan bagian rahim yang berfungsi untuk memproduksi lendir agar dapat menyalurkan sperma dari vagina ke rahim saat berhubungan seksual dan untuk melindungi rahim dari bakteri dan benda asing. 

Kanker Serviks merupakan salah satu jenis kanker yang tidak hanya terbanyak tetapi juga mematikan di Indonesia. Tercatat terdapat 36.633 kasus Kanker Serviks dengan total kematian mencapai 21.000. 

Penyakit ini terjadi ketika sel-sel sehat pada Serviks bermutasi secara tidak normal dan terkendali sehingga membentuk sel kanker. Penyebab dari perubahan gen tersebut dapat diakibatkan oleh infeksi HPV. 

Gejala yang patut kamu curigai adalah pendarahan vagina di luar periode menstruasi, setelah berhubungan seksual, dan setelah menopause. Selain itu, dapat ditandai dengan keputihan berwarna coklat, bertekstur encer, dan memiliki aroma busuk.  

3. Kanker Paru-paru 

Jenis kanker satu ini merupakan salah satu yang erat kaitannya dengan pola hidup. Salah satu penyebab terjadinya Kanker Paru-paru merupakan kebiasaan merokok. 

Sama seperti jenis lainnya, mendeteksi Kanker Paru-paru sedikit sulit. Gejala baru akan muncul ketika kanker sudah besar dan telah menyebar ke jaringan lainnya. Beberapa gejala umum yang terjadi adalah batuk darah, sesak nafas, dan nyeri dada. 

Penanganan yang diberikan biasanya berbeda-beda tergantung dengan kondisi pasien. Operasi biasanya dilakukan untuk stadium awal. Apabila sudah mencapai stadium lanjut, maka dapat ditangani dengan radioterapi dan kemoterapi. 

Secara data, Kanker Paru-paru merupakan salah satu jenis kanker terbesar di Indonesia dimana kasusnya mencapai 34.783 kasus. 

4. Kanker Hati

Hati merupakan salah satu organ yang sangat penting. Organ tersebut memiliki fungsi untuk membersihkan darah dari racun dan zat bahaya, membantu proses pencernaan, dan mengontrol pembekuan darah. 

Ketika sel-sel di organ hati bermutasi secara tidak normal, tentu akan mengganggu fungsi-fungsi yang sebelumnya disebutkan. Beberapa gejala dari penyakit tersebut adalah hilangnya nafsu makan, mual, muntak, dan berat badan turun secara drastis. 

Orang yang sering mengonsumsi minuman beralkohol memiliki resiko yang tinggi untuk terserang Kanker Hati. Oleh karenanya, membatasi konsumsi minuman beralkohol dan menjaga asupan makan dapat membantu untuk mencegah. 

5. Kanker Nasofaring 

Kanker Nasofaring umumnya tumbuh sebagai kanker ganas pada tenggorokan. Terletak pada belakang rongga hidung dan di balik langit-langit mulut, pasien biasanya mengalami kesulitan berbicara, mendengar, dan bernapas. 

Penyebab dari penyakit ini diduga berkaitan dengan infeksi virus Epstein Barr (EBV) yang dapat ditemukan di air liur. Penularan virus ini bisa terjadi melalui kontak langsung atau melalui barang yang telah terkontaminasi. 

Mirip dengan jenis kanker lainnya, gejala Kanker Nasofaring biasanya muncul ketika sudah mencapai stadium lanjut. Beberapa gejala dari penyakit tersebut adalah mimisan, telinga berdengung, penglihatan kabur, dan kesulitan membuka mulut. 

Apabila gejala yang disebutkan terjadi untuk kurun waktu yang lama dan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

6. Kanker Kolon 

Kanker Kolon atau Kolorektal merupakan kanker yang terjadi di usus besar. Secara spesifik, kanker jenis ini biasanya terletak di bagian bawah usus besar yang terhubung dengan anus. 

Penyebab dari penyakit ini dapat berbeda-beda. Beberapa faktor yang umum adalah berusia lebih dari 50 tahun, menderita diabetes, menjalani radioterapi di bagian perut, memiliki riwayat penyakit kanker, dan menjalani pola hidup yang tidak sehat. 

Terjadinya Kanker Kolon dapat ditandai dengan gejala diare, sembelit, buang air besar berdarah, perut terasa nyeri atau kembung, mual, dan muntah. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan adalah operasi, kemoterapi, imunoterapi, ablasi, dan embolisasi. 

7. Kanker Limfoma atau Non-Hodgkin 

Kanker Limfoma atau Non-Hodgkin juga bisa diketahui dengan sebutan Kanker kelenjar getah bening. 

Limfosit merupakan sel darah putih yang tersebar di kelenjar getah bening, sumsum tulang, dan saluran pencernaan dengan fungsi membunuh virus. Ketika limfosit bermutasi secara tidak terkendali, terjadinya Kanker Limfoma. 

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena jenis kanker ini adalah berusia 60 tahun keatas, berjenis kelamin pria, memiliki daya tahan tubuh lebah akibat HIV/AIDS, penderita autoimun, terpapar benzene, dan pernah menjalani radioterapi. 

Gejala utama dari limfoma adalah timbulnya benjolan di beberapa bagian tubuh seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Selain itu dapat juga ditunjukkan dengan gejala demam, berkeringat pada malam hari, dan sesak napas.

8. Kanker Rektum 

Kanker Rektum merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi di dekat anus. Dengan pengertian tersebut, lalu apa yang membedakan antara Kanker Kolon dengan Kanker Rektum, ya? 

Berbeda dengan Kanker Kolon yang terjadi di bagian bawah usus besar, Kanker Rektum terjadi di ujung kulon dan berdekatan dengan anus. 

Penyebab dari jenis kanker ini belum diketahui secara pasti namun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi merupakan obesitas, merokok, memiliki keluarga dengan riwayat Kanker Rektum, dan mengkonsumsi minuman beralkohol secara teratur. 

Bagi pasien yang memiliki resiko tinggi, gejala dari penyakit ini biasanya ditandai dengan seringnya buang air besar, rasa tidak nyaman seperti kandung kemih tidak kosong, dan penurunan berat badan secara drastis. 

9. Kanker Leukemia 

Kanker Leukemia merupakan sebuah kondisi dimana sel-sel sumsum tidak menjalankan fungsinya yaitu melawan infeksi. Ketika penyakit ini terjadi, sel-sel sumsum tulang malah akan menekan perkembangan sel-sel darah lain yang sehat. 

Ketika jumlah sel-sel Leukemia semakin bertambah, sel-sel tersebut akan masuk ke aliran darah dah menyebar ke organ tubuh lain. Hal inilah yang membuat Kanker Leukimia menjadi penyakit yang mematikan. 

Penyebab dari kanker ini adalah menderita gangguan pada sistem kekebalan tubuh, mengonsumsi obat imunosupresan, terpapar zat kimia seperti pestisida, dan terinfeksi virus Epstein-Barr. 

Apabila kamu mengalami demam menggigil, mual, muntah, sakit tenggorokan, timbul bintik merah di kulit, mudah terjadi perdarahan seperti mimisan, dan sesak napas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

10. Kanker Ovarium 

Jenis kanker satu ini terjadi pada jaringan Ovarium atau pada indung telur. Penyakit ini dapat terjadi karena terapi penggantian hormon saat menopause, menderita obesitas, dan pernah menjalani radioterapi. 

Kanker Ovarium pada umumnya jarang menunjukkan gejala apabila masih pada stadium awal. Gejala seperti perut kembung, sembelit, dan nyeri saat berhubungan seksual biasanya akan muncul ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Dalam mendeteksi penyakit tersebut, dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk mendeteksi protein CA-125, pemindaian dengan USG perut, atau biopsi melalui sampel jaringan Ovarium. 

Ketika terdeteksi, beberapa penanganan Kanker Ovarium meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, dan terapi maintenance bagi pasien yang telah menyelesaikan terapi Kanker Ovarium. 

Apakah Jenis-Jenis Kanker Tersebut Mematikan?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Cancer Society (ACS), Kanker merupakan salah satu penyakit yang sangat mematikan. Peneliti juga telah menentukan kelangsungan hidup pasien pengidap kanker yaitu dengan ukuran relatif 5 tahun. 

WHO juga mengatakan bahwa penyakit Kanker berkontribusi sebanyak 10 juta kematian pada tahun 2020 di skala internasional. Dimana pada umumnya 1 dari 6 pasien kanker, mengalami kematian. 

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa ketika Kanker masih berada pada stadium awal sangat kecil sekali untuk menyebabkan kematian. Resiko tersebut biasanya timbul apabila sejak awal tidak diberikan penanganan yang tepat sehingga Kanker terus bertumbuh.

Bisakah Kanker Disembuhkan? 

Penyembuhan merupakan isu yang tidak sederhana dalam penyakit kanker. Selain karena belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan, pasien yang terkena kanker tetap memiliki kemungkinan untuk mengalami kanker kembali. 

Meskipun tidak ada jaminan Kanker dapat disembuhkan secara total, terdapat banyak pilihan lain yang bisa dijadikan alternatif untuk membantu proses penyembuhan. 

Penanganan kanker yang biasanya diberikan adalah terapi imun, terapi hormon, perawatan paliatif, dan terapi obat, Tentunya penanganan ini berbeda-beda antara satu pasien dengan lainnya karena sesuai dengan jenis penyakit, kondisi kesehatan, dan preferensi pasien. 

Rumah Sakit Khusus Kanker di Jakarta

Setelah memahami gejala-gejala dari setiap jenis kanker, jangan lupa untuk segera melakukan pemeriksaan jika Sobat Pintar mengalami salah satunya. Salah satu rumah sakit khusus Kanker yang terletak di Jakarta adalah RS Kanker Dharmais

Berlokasi di Jl. Letjen S. Parman No.84, Palmerah, Jakarta Barat, RS Kanker Dharmais merupakan rumah sakit pusat kanker nasional. Melalui unit kanker, pusat kanker, dan pusat kanker komprehensif yang disediakan oleh RS Kanker Dharmais kamu dapat mengakses berbagai layanan. 

Shafira Alisya Fahrizal  

Referensi 

Databooks. Diakses pada Agustus 20. Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia. 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada Agustus 2022. Ini Jenis Kanker Terbanyak pada Pria dan Wanita